Bunda~@ZK@

>>>Karena Hidup Penuh Pilihan …

The First Month Living With My Husband

Tak terasa sudah hampir satu bulan aku hidup dan tinggal bareng sama suami dan mertuaku. Alhamdulillah, ternyata mertuaku baik hati dan tidak cerewet (sempat ada perasaan takut di awal-awal, coz ada yang ngomong kalau hidup dan tinggal bareng mertua itu tidak enak, yang ini lah… yang itu lah…). Banyak pertanyaan yang datang salah satunya “Kerasan g’ tinggal bareng mertua?” dengan enteng aku menjawabnya “Ya… kerasan g’ kerasan ya harus krasan”. Yuup… bagiku itu jawaban yang jitu. Karena suamiku anak tunggal dan hanya tinggal bareng sama ibu, maka mau g’ mau juga harus merawat dan menemani ibu mertuaku. (Hehehe menantu yang baek,,, muji diri sendiri tak apalah…).

Untunglah suamiku baik hati, dia selalu bisa mencairkan suasana. Canda dan tawa yang setiap saat hadir dalam keluarga kami, merupakan salah satu bagian proses pengakraban diri masing-masing.

Thank You My Husband. Semoga engkau dapat menjadi imamku yang setiap saat selalu dapat aku cium tangannya. Dan aku akan menjadi makmummu yang setiap saat dapat engkau cium keningnya.

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: