Bunda~@ZK@

>>>Karena Hidup Penuh Pilihan …

Archive for the month “April, 2011”

Please Allah…, Dengarkan Doa Kami

Bisa dikatakan usia pernikahanku baru seumuran jagung. Tetapi keinginan untuk memperoleh buah hati sangat dinanti. Terlebih lagi suami dan mertuaku yang sangat mengharapkan kehadiran buah hati. Kadang aku masih bisa menahan dan bersikap sabar, karena bagiku perjalanan untuk berusaha masih panjang, mungkin Allah masih memberikan kesempatan untukku dapat menikmati masa-masa pacaranku yang hampir tak pernah kami rasakan sebelum menikah.

Entah mengapa kadang perasaanku tercabik dan tak kuasa menahan air mata, jika mendengar keluh dan kesah serta usaha yang tak kunjung mendapatkan hasil. Kami serba salah satu sama lain (apakah karena aku yang tak sehat ataukah suamiku yang sebaliknya). Terlebih setelah mendengar keluh kesah suami yang doa dan harapannya belum terkabulkan.

Doa dan usaha telah kami lakukan. Tetapi hingga kini masih saja belum kunjung terlihat tanda-tanda hadirnya buah hati. Rasa kasihan dan serba salah itu datang kembali, jikalau mendengarkan cerita suami yang ber tanya kesana-kemari tentang tips-tips dari teman-temanya yang telah berkeluarga.

Ya Allah…. Dengarkan doa kami…. Karuniai kami buah hati yang Soleh, yang Cakep, yang Cerdas, dan dapat membahagiakan orang tuanya. Amin…. Amin… Amin… Ya Robbal alamin…

Untuk suamiku: Sabar ya sayang…. Doa dan usaha kita pasti akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Semoga, Amin… Dan Allah pasti akan memberikan yang terbaik untuk kita semua.

Advertisements

For A Wife, Siapkah Menjadi Orang Tua?

Ada sebagian orang yang mengatakan bahwa menikah itu enak.

Ada sebagian lain mengatakan berumah tangga itu merupakan awal dari kehidupan seorang wanita.

Semua argumen tentang satu kata “married”, tak pernah ada yang salah. Berbagai pendapat terucap dari mulut wanita-wanita yang telah termuliakan.

Menikah membentuk satu keluarga baru.

Menjadi istri.

Tetapi tak hanya selesai sampai di situ.

Menikah bukan tujuan akhir dari kehidupan, tetapi menikah merupakan awal dari kehidupan seorang wanita.

Banyak hal yang akan terjadi setelahnya. Dan tentu saja banyak yang harus dipersiapkan oleh seorang wanita untuk menjalankan fungsi sebagai seorang istri dan ibu nantinya.

Menjadi seorang ibu?? Dan memiliki satu atau beberapa buah hati.

Di saat wanita memutuskan untuk menikah, mungkin dia sudah merasa siap untuk menjadi seorang istri. Tetapi apakah ia juga siap menjadi seorang ibu?

Menjadi seorang ibu yang tidak hanya mengganti popok dan menyusui anaknya, tetapi jauh di atas itu…

Seorang ibu yang memiliki tugas mulia sebagai pengasuh dan pendidik utama bagi anaknya…

Seorang ibu yang menjadi salah satu penentu dari karakter si anak…

Seorang ibu yang (mungkin) juga akan menjadi penentu keberhasilan si anak dalam hidupnya kelak….

Siapkah seorang wanita dengan tugas yang sangat berat itu…?

Siapkah menjadi seorang ibu?

Siapkah menjadi orangtua?

“Kesiapan semua itu, tak terlepas dari kerjasama masing-masing pasangan. Jika mereka telah memutuskan hidup bersama, berarti mereka telah dan harus siap menanggung konsekuensi apapun yang akan terjadi”.

Semoga aku siap menghadapi semua. Semoga kedewasaan selalu bertambah seiring berjalannya waktu dan atas tuntunan imamku. Amin…

Crispy Cheese Twist Pengisi Hari Libur

Bosen banget kalau tak ada kerjaan. Hari Minggu, hari untuk istirahat (kata siapa??). Pagi-pagi habis sholat subuh sudah keluar rumah (tracking) bareng My Husband. Nyampek rumah masak trus sarapan. Jam 10.00 WIB dah beres semua, mata mulai perih dan kepingin bobok. Masak pagi-pagi sudah bingung masuk kamar, malu donk sama ayam. Hehehe…

Waktunya berkreasi, ini resep aku dapat dari search di Mbah Google. (Crispy Cheese Twist). Berikut resep dan cara pembuatannya.

Bahan:

400 g tepung terigu

1 sdt garam

50 g margarin

1 butir telur

100 g keju edam parut (sesuai selera, semakin banyak semakin terasa kejunya)

75 ml air

2 sdm gula pasir

minyak untuk menggoreng

Cara memasak:

  1. Taruh tepung terigu, gula kastor, garam dan margarin dalam mangkuk. Buat lubang ditengahnya, masukkan telur dan keju parut, aduk sambil dituangi air sedikit demi sedikit. Uleni dengan tangan sampai adonan kalis dan tidak melekat di tangan.
  2. Gilas adonan di atas meja marmer/kayu hingga setebal 3 mm, lalu potong-potong ukuran 1/2 x 8 cm.
  3. Ambil sepotong adonan, permukaan kedua ujungnya, lalu pilin sehingga berbentuk tambang. Tekan ujungnya agar menempel. Lalukan hal yang sama untuk semua bahan.
  4. Panaskan minyak goreng yang banyak dalam wajan di atas api sedang. Masukkan adonan yang sudah dipilin, goreng hingga kuning kecokelatan, angkat, tiriskan, biarkan dingin. Simpan dalam stoples, tutup rapat.

Post Navigation