Bunda~@ZK@

>>>Karena Hidup Penuh Pilihan …

Archive for the category “News”

Mengintip Persiapan Bali Sebagai Pulau Organik

Siapa yang tak kenal dengan Pulau Bali? Sebuah pulau yang menyediakan keindahan alam, dan menampakkan pesonanya tersendiri bagi yang menikmatinya. Tak hanya wisatawan dalam negeri saja yang dapat menikmati keindahannya, tetapi juga banyak wisatawan asing yang dapat menikmati keindahan pulau dewata ini, bahkan mereka rela tinggal berhari-hari bahkan berminggu-minggu di Pulau Bali hanya untuk melepas penat bersama keluarga.

“Pulau Bali Menuju Pulau Organik”

Apa Yang Terjadi Pada Pertanian sekarang?

  • Tanah pertanian semakin rusak, akibat pupuk kimia, coba perhatikan jika petani mengolah lahannya, apalagi saat membajak untuk palawija, gumpalan tanah yang dulunya gembur sekarang berubah menjadi gumpalan-gumpalan tanah liat, disaat musim hujan tanah pertanian akan menjadi tanah liat dan pada saat musim kemarau permukaan tanah pertanian terlihat pecah dan menggumpal.
  • Penggunaan pestisida, dengan penyemprotan berdampak langsung terhadap kesehatan, tanpa sadar hasil pertanian yang kita makan atau konsumsi sudah menimbun racun zat kimia di dalam tubuh kita.
  • Penghasilan/ pendapatan sawah pertanian semakin menurun, karena penggunaan pupuk menjadi semakin banyak.
  • Kebanyakan budaya petani sekarang terpengaruh budaya instan, praktis, dan kurang memikirkan dampak lingkungan yang lebih luas dimasa datang.

Fakta-fakta di atas merupakan sebagian kecil masalah yang kasat mata, yang justru akan berdampak bagi kita semua dalam jangka panjang. Berawal dari tahun 2010, Gubernur Bali menyatakan akan mencabut subsidi pupuk kimia. Tindakan ini dilakukan untuk mewujudkan Bali Organik untuk mencegah semakin rusaknya alam Bali. Tiap tahun, Bali kehilangan tanah 5-10 juta meter kubik akibat tergerus air laut. Gubernur Bali bertekad akan mewujudkan Bali Organik tanpa zat kimia. Upaya pencabutan subsidi pupuk kimia akan mendorong penggunaan pupuk organik. Berlanjut dari situ, kini Pemerintah Provinsi Bali berencana untuk menjadikan Bali sebagai pulau organik. Pulau Bali juga menargetkan implementasi pulau organik tersebut akan terealisasi dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Seperti dilansir VOA dalam situsnya yang berjudul “Pemprov Bali Bertekad Jadikan Bali sebagai Pulau Organik”. Pada dialog awal tahun oleh Gubernur provinsi Bali Made Mangku Pastika menyatakan telah menyediakan dana Rp. 4 miliar bagi subsidi pupuk organik sebagai upaya untuk mewujudkan Bali sebagai pulau organik.

Tak hanya upaya dengan menyediakan dana saja, ternyata Pemprov Bali juga telah menyiapkan persiapan-persiapan lain, yaitu dengan meluncurkan program sistem pertanian terinterasi (Sumantri). Simantri adalah upaya terobosan dalam mempercepat adopsi alih teknologi pertanian kepada masyarakat perdesaan. Simantri mengintegrasikan kegiatan sektor pertanian dengan sektor pendukungnya baik secara vertikal maupun horizontal sesuai potensi masing-masing wilayah dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya lokal yang ada. Inovasi teknologi yang diintroduksikan berorientasi untuk menghasilkan produk pertanian organik dengan pendekatan  ”pertanian tekno ekologis ”. Kegiatan integrasi yang dilaksanakan juga berorientasi pada pengembangan usaha pertanian tanpa limbah (zero  waste) dan menghasilkan 4 F (food, feed, fertilizer, dan fuel). Kegiatan utama adalah mengintegrasikan usaha budidaya tanaman dan ternak, dimana limbah tanaman diolah untuk pakan bermutu (makanan ternak) dan cadangan pakan pada musim kemarau dan limbah ternak (faeces, urine) diolah menjadi bio gas, bio urine, pupuk organik, dan bio pestisida.

Kegiatan Simantri tahun 2010, Dilaksanakan pada 40 lokasi Desa di Bali

Sebenarnya apa pertanian organik itu? Pertanian organik adalah sistem produksi pertanian yang holistik dan terpadu, yang mengoptimalkan kesehatan dan produktivitas agro-ekosistem secara alami, sehingga mampu menghasilkan pangan dan serat yang cukup, berkualitas, dan berkelanjutan. Sejumlah keuntungan yang dapat dipetik dari pengembangan pertanian organik adalah, antara lain:

  • Menghasilkan produk pertanian yang aman, bergizi, dan mempunyai kandungan vitamin yang lebih tinggi.
  • Kualitas tanah pertanian tetap terjaga karena semua proses penanaman berjalan secara alami.
  • Pertanian organik adalah sistem pertanian yang hemat energi.
  • Tidak merusak kualitas air akibat pemakaian pestisida dan pupuk kimia.
  • Kualitas udara di sekitar lahan pertanian organik tetap bagus.
  • Limbah bisa dimanfaatkan karena pupuk organik menggunakan kotoran ternak.

Nah, jika banyak keuntungan yang didapat dari pertanian organik, kenapa hanya diwujudkan di Pulau Bali saja? Sebagai warga Indonesia yang baik dan peduli akan lingkungan, mari kita wujudkan pertanian organik diberbagai daerah kita masing-masing, sebagai wujud cinta akan alam lingkungan kita.

Tidak hanya wujud peduli kita terhadap lingkungan. Pertanian organik juga mampu meningkatkan pendapatan ekonomi para petani. Karena melalui sistem Simantri petani tidak saja mendapatkan penghasilan dari hasil pertanian tetapi juga dari penjualan pupuk organik, hasil ternak, dan hasil pemanfaatan biogas.

 Artikel ini diikutkan kontes ngeblog VOA bulan Januari 2012

Advertisements

Aksara Jawa Segera Menjadi “Font” di Windows

Sejak dulu saya paling tak suka kalau ada pelajaran Bahas Jawa di sekolah, apalagi kalau harus menulis dengan aksara jawa (emang dasarnya tak bisa, hehehehe). Dulu kalau ada tugas untuk menulis aksara jawa, saya selalu minta dituliskan oleh alm Mbah Kakung (karena Mbah Kakung paling jago kalau urusan menulis dan membaca aksara jawa). Sempat ngiri juga sich sama Mbah Kakung, “Kenanapa aku tak bisa menulis dan membacanya”, kalaupun terpaksa biasanya aku selalu menggunakan tuntunan untuk menulisnya. “Hanacaraka”.

Tetapi untunglah, pas jaman SMA di sekolah tak ada lagi pelajaran Bahasa Jawa. Jadi saya hanya mempelajarinya hingga tingkat SLTP. Daaannn…. Hingga saat inipun aku tak bisa menulis dan membaca aksara jawa, kecuali ada panduannya (itupun harus pelan-pelan mempelajarinya). “Hehehehe Jadi Malu”.

Setelah saya baca-baca, ada info teknologi. Ternyata pemerhati aksara dan bahasa Jawa “Ki Demang Sokowetan” menegaskan bahwa aksara Jawa akan segera menjadi font dalam program windows terbaru pada computer buatan Microsoft. Waahhh…. Sesuatu banget kan??? Berarti aksara Jawa selama ini telah dilirik oleh teknologi. Dan ternyata UNESCO yang telah membantu untuk mendaftarkan aksara Jawa masuk font computer kepada Unicode.

Kalau menurut saya hal ini sangatlah penting sekali. Karena aksara Jawa semakin hari semakin terpinggirkan. Dan harus segera diselamatkan agar tidak musnah untuk selama-lamanya. Dan agar para generasi muda juga tau serta dapat menggunakannya. Tak hanya orang-orang tua jaman dulu yang lihai dalam menulis dan membaca aksara Jawa.

Bagaimana menurut Anda???

Ayo dukung dan selamatkan “Aksara Jawa” untuk pelajaran anak cucu nanti….

Dr. M Syafi’i Antonio, M.Ec: Jangan Jadi PNS Kalau Mau Kaya

Siapakah Dr. M Syafi’i Antonio, M.Ec?? Sebenarnya aku sendiri juga belum begitu tahu tentang Bapak Syafi’i Antonio. Seorang tokoh yang membanggakan. Figur seorang Muslim yang seharusnya menjadi pancaran seorang Muslim sesungguhnya.

Rasa penasaran hadir akan sosok Dr. M Syafi’i Antonio, M.Ec setelah melihat acara televisi swasta tadi malam. Hanya satu kalimat yang selalu membayangi pikiranku hingga saat ini. Satu kalimat yang keluar dari seorang mualaf yang begitu berwibawa, “Jangan Jadi PNS Kalau Mau Kaya, Tetapi Berdaganglah!!! Seperti Apa Yang Dilakukan Oleh Nabi Muhammad SAW”.

Rasa ingin tahu tentang sosok ini pun timbul. Hingga mengarahkanku untuk mencarinya di mesin pencari Google. Ingin tau lebih detail tentang beliau? Ini aku forward sedikit kisah tentang Bapak Antonio Syafei dari http://www.mualaf.com.

Saya lahir di Sukabumi, Jawa Barat, 12 mei 1965. Nama asli saya Nio Cwan Chung. Saya adalah WNI keturunan Tionghoa. Sejak kecil saya mengenal dan menganut ajaran Konghucu, karena ayah saya seorang pendeta Konghucu.

Selain mengenal ajaran Konghucu, saya juga mengenal ajaran Islam melalui pergaulan di lingkungan rumah dan sekolah. Saya sering memperhatikan cara-cara ibadah orang-orang muslim.

Kerena terlalu sering memperhatikan tanpa sadar saya diam-diam suka melakukan shalat. Kegiatan ibadah orang lain ini saya lakukan walaupun saya belum mengikrarkan diri menjadi seorang muslim.

Kehidupan keluarga saya sangat memberikan kebebasan dalam memilih agama. Sehingga saya memilih agama Kristen Protestan menjadi agama saya.

Setelah itu saya berganti nama menjadi Pilot Sagaran Antonio. Kepindahan saya ke agama Kristen Protestan tidak membuat ayah saya marah. Ayah akan sangat kecewa jika saya sekeluarga memilih Islam sebagai agama.

Sikap ayah saya ini berangkat dari image gambaran buruk terhadap
pemeluk Islam. Ayah saya sebenarnya melihat ajaran Islam itu bagus. Apalagi dilihat dari sisi Al Qur’an dan hadits. Tapi, ayah saya sangat heran pada pemeluknya yang tidak mencerminkan kesempurnaan ajaran agamanya.

Gambaran buruk tentang kaum muslimin itu menurut ayah saya terlihat dari banyaknya umat Islam yang berada dalam kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan. Bahkan, sampai mencuri sandal di mushola pun dilakukan oleh umat Islam sendiri. Jadi keindahan dan kebagusan ajaran Islam dinodai oleh prilaku umatnya yang kurang baik.

Kendati demikian buruknya citra kaum muslimin di mata ayah, tak membuat saya kendur untuk mengetahui lebih jauh tentang agama islam. Untuk mengetahui agama Islam, saya mencoba mengkaji Islam secara komparatif (perbandingan) dengan agama-agama lain.

Dalam melakukan studi perbandingan ini saya menggunakan tiga pendekatan, yakni pendekatan sejarah, pendekatan alamiah,
dan pendekatan nalar rasio biasa. Sengaja saya tidak menggunakan pendekatan kitab-kitab suci agar dapat secara obyektif mengetahui hasilnya.

Berdasarkan tiga pendekatan itu, saya melihat Islam benar-benar agama yang mudah dipahami ketimbang agama-agama lain. Dalam Islam saya temukan bahwa semua rasul yang diutus Tuhan ke muka bumi mengajarkan risalah yang satu, yaitu Tauhid. Selain itu, saya sangat tertarik pada kitab suci umat Islam, yaitu Al-Qur’an.

Kitab suci ini penuh dengan kemukjizatan, baik ditinjau dari sisi bahasa, tatanan kata, isi, berita, keteraturan sastra, data-data
ilmiah, dan berbagai aspek lainnya.

Ajaran Islam juga memiliki system nilai yang sangat lengkap dan
komprehensif, meliputi system tatanan akidah, kepercayaan, dan tidak perlu perantara dalam beribadah. Dibanding agama lain, ibadah dalam islam diartikan secara universal. Artinya, semua yang dilakukan baik ritual, rumah tangga, ekonomi, sosial, maupun budaya, selama tidak menyimpang dan untuk meninggikan siar Allah, nilainya adalah ibadah. Selain itu, dibanding agama lain, terbukti tidak ada agama yang memiliki system selengkap agama
Islam. Hasil dari studi banding inilah yang memantapkan hati saya untuk segera memutuskan bahwa Islam adalah agama yang dapat menjawab persoalan hidup.

Masuk Islam

Setelah melakukan perenungan untuk memantapkan hati, maka di saat saya berusia 17 tahun dan masih duduk di bangku SMA, saya putuskan untuk memeluk agama Islam. Oleh K.H.Abdullah bin Nuh al-Ghazali saya dibimbing untuk mengucapkan ikrar dua kalimat syahadat pada tahun 1984. Nama saya kemudian diganti menjadi Syafii Antonio.

Keputusan yang saya ambil untuk menjadi pengikut Nabi Muhammad saw. Ternyata mendapat tantangan dari pihak keluarga. Saya dikucilkan dan diusir dari rumah. Jika saya pulang, pintu selalu tertutup dan terkunci. Bahkan pada waktu shalat, kain sarung saya sering diludahi. Perlakuan keluarga terhadap
diri saya tak saya hadapi dengan wajah marah, tapi dengan kesabaran dan perilaku yang santun. Ini sudah konsekuensi dari keputusan yang saya ambil.

Alhamdulillah, perlakuan dan sikap saya terhadap mereka membuahkan hasil. Tak lama kemudian mama menyusul jejak saya menjadi pengikut Nabi Muhammad saw.

Setelah mengikrarkan diri, saya terus mempelajari Islam, mulai dari
membaca buku, diskusi, dan sebagainya. Kemudian saya mempelajari bahasa Arab di Pesantren an-Nidzom, Sukabumi, dibawah pimpinan K.H.Abdullah Muchtar.

Lulus SMA saya melanjutkan ke ITB dan IKIP, tapi kemudian pindah ke IAIN Syarif Hidayatullah. Itupun tidak lama, kemudian saya melanjutkan sekolah ke University of yourdan (Yordania). Selesai studi S1 saya melanjutkan program S2 di international Islamic University (IIU) di Malaysia, khusus mempelajari ekonomi Islam.

Selesai studi, saya bekerja dan mengajar pada beberapa universitas. Segala aktivitas saya sengaja saya arahkan pada bidang agama. Untuk membantu saudara-saudara muslim Tionghoa, Saya aktif pada Yayasan Haji Karim Oei. Di yayasan inilah para mualaf mendapat informasi dan pembinaan. Mulai dari
bimbingan shalat, membaca Al-Qur’an, diskusi, ceramah, dan kajian Islam, hingga informasi mengenai agama Islam.

Dr. Muhammad Syafii Antonio, MSc

– Doktor Banking & Micro Finance, University of Melbourne, 2004
– Master of Economic, International Islamic University, Malayasia, 1992
– Sarjana Syariah, University of Jordan, 1990
– Komite Ahli Pengembangan Perbankan Syariah pada Bank Indonesia
– Dewan Komisaris Bank Syariah Mega Indonesia
– Dewan Syariah BSM
– Dewan Syariah Takaful
– Dewan Syariah PNM
– Dewan Syariah Nasional, MUI

Post Navigation